Home arrow Getting Started arrow D.O. (Drop Out) Perkuliahan
Nov 18, 2017 at 07:40 PM
 
 
Main Menu
Home
Tentang Kami
Program Pendidikan
Progdi Teknik Mesin
Progdi Teknik Elektro
Progdi Kimia Tekstil
Fasilitas Laboratorium
Perpustakaan
Program Kerjasama
Pusat Penelitian
Unit Penjaminan Mutu
Productional Training
Staf Pengajar
Kemahasiswaan
Peta lokasi
Galery
Lowongan pekerjaan
Alumni
WebMail
Arsip Data
Penerimaan Mahasiswa Baru
E-Learning
Polls
Dari mana anda mengenal ATW Surakarta?
  
Clock
Yayasan Unit Group
Yayasan Pendidikan “Warga” Surakarta
Akademi Teknologi “Warga” Surakarta
SMK “Warga” Surakarta
SMA “Warga” Surakarta
SMP “Warga” Surakarta
PG-TK SD “Warga” Surakarta
Ikatan Alumni Akademi Teknoligi “Warga” Surakarta (IAATW)
D.O. (Drop Out) Perkuliahan PDF Print
Written by Administrator   
Pemberhentian Status Kemahasiswaan atau Drop Out (D.O.) adalah proses pencabutan status kemahasiswaan atas diri mahasiswa, disebabkan oleh hal-hal tertentu yang telah ditentukan oleh perguruan tinggi bersangkutan. D.O. bisa digolongkan dalam beberapa bentuk, contohnya : 1. D.O. administratif, yaitu sistem yang diberlakukan kepada mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang selama beberapa semester berturut-turut, atau tidak membayar administrasi selama beberapa semester kepada perguruan tingginya. 2. D.O. akademik, yaitu sistem yang diberlakukan kepada mahasiswa karena tidak memenuhi ketentuan akademik. D.O. akademik ini dapat berlaku kepada mahasiswa yang selama beberapa semester berturut-turut mendapakan nilai atau IP semester rendah atau kurang dari standar yang ditetapkan oleh akademi. 3. Seorang mahasiswa juga dapat terkena sistem D.O. apabila seorang mahasiswa itu tidak dapat memenuhi ketentuan masa studi, misalnya dalam batas maksimal masa studi seorang mahasiswa itu belum bisa menyelesaikan masa studinya, maka bisa jadi dia akan terkena sistem D.O.. 4. Sebab lain yang menjadikan mahasiswa terkena system D.O., yaitu akibat mahasiswa melanggar ketentuan hukum, susila, etika dan juga karena terjerat kasus kriminal. 5. Alasan lain pemberlakuan sistem D.O. karena mahasiswa tidak bisa memenuhi target SKS (sistem kredit semester) yang ditentukan perguruan tinggi dalam kurun waktu tertentu. Kondisi demikian bisa terjadi diarenakan mahasiswa yang bersangkutan memiliki aktivitas lain di luar jam kuliah, yaitu seperti kerja atau yang lainnya. Saat mahasiswa bekerja konsentrasinya akan terpecah dengan kuliah, akibatnya tidak bisa focus dan kuliah jadi terbengkalai. Contoh lain, jika mahasiswa bersangkutan seorang atlet yang harus mengikuti pemusatan latihan jangka panjang sehingga tidak bisa kuliah. Dengan adanya system D.O., sebagian mahasiswa lama merasa takut akan pemberlakuan system tersebut. Tetapi apabila seorang mahasiswa mendapat peringatan D.O., seorang mahasiswa dapat mengajukan pemulihan terhadap status kemahasiswaannya, dengan syarat yang telah ditentukan lembaga atau perguruan tinggi yang diikutinya. Sebagai contoh, persyaratan pemulihan Drop Out dengan mengajukan surat permohonan pemulihan dari instansi tersebut, juga bersedia membayar SPP yang terhutang dalam beberapa semester sebelumnya. Dan persyaratan pemulihan Drop Out dalam prestasi, yaitu seorang mahasiswa harus menempuh beberapa semester yang terlewat atau tidak lulus dalam semester sebelumnya, dan dengan nilai atau IP yang memenuhi standar dari akademik. Selanjutnya seorang mahasiswa tersebut tidak boleh mengulangi perbuatan yang dapat mengakibatkan D.O., karena pemulihan status kemasiswaan hanya berlaku sekali. Seorang mahasiswa yang sedang menjalani masa perkuliahan disetiap Perguruan tinggi, pasti berharap dapat mencapai tahap wisuda atau lulus dan menyandang gelar sarjana. Namun, sebelum mencapai tahap yang di inginkan, seorang mahasiswa diharuskan menyusun karya sebagai tugas akhir dan mahasiswa yang sedang dalam proses pembuatan tugas akhir, seringkali menemukan kesulitan, baik teknis, menentukan tema, kumpulan materi bahkan hingga masalah pembimbing akademik. Kondisi ini tentu menjadi beban dan kendala bagi seorang mahasiswa tersebut. Bahkan banyak juga menjumpai mahasiswa yang tidak sampai proses penyusunan tugas akhir hingga tidak sampai ke jenjang sarjana dan sebagian besar mahasiswa yang berhenti ditengah jalan karena terkena sistem D.O. Drop Out atau D.O. merupakan satu kata yang bisa menghantui seorang mahasiswa. Ancaman D.O. dikeluarkan dari Perguruan tinggi memang bukan perkara yang bisa dianggap mudah. Sebab, hal ini menyangkut dengan masa depan seorang mahasiswa. Kendati berkesan negatif dan menakutkan tetapi di satu sisi kebijakan, sistem ini dapat menjadi cambuk atau motivasi bagi mahasiswa untuk menjalani proses perkuliahan dengan lancar. Dengan adanya sistem D.O. diharapkan mampu membuat seorang mahasiswa untuk menciptakan sebuah jati diri yang baik. Pemberlakuan system D.O. secara konsisten, sekaligus bisa menjadi syok terapi bagi mahasiswa lainnya. Dengan kondisi ini, bisa dipahami kebijakan yang dikeluarkan pihak perguruan tinggi sebagai salah satu upaya mendidik mahasiswa. Walaupun sistem Drop Out terbilang suatu ancaman tetapi tidak sembarangan diterapkan oleh pihak perguruan tinggi. Hanya mahasiswa yang dinyatakan terbukti melakukan tindakan merugikan pihak perguruan tinggi, barulah bisa seorang mahasiswa mendapat ancaman Drop Out. misalnya saja, seorang mahasiswa yang bersangkutan dengan tindak kriminal ataupun menyalahgunakan peraturan yang membuat nama institusi perguruan tinggi tercemar. Misi sebuah perguruan tinggi salah satunya menghasilkan lulusan mahasiswa berkualitas dan bisa menyelesaikan masa studi sesuai ketentuan. Di beberapa perguruan tinggi untuk memacu mahasiswa agar menyelesaikan studi tepat waktu maka diterapkanlah sistem D.O. Mekanisme D.O. digunakan sebagai ancaman kepada mahasiswa agar tidak asal dalam menjalani perkuliahan atau santai, sehingga masa studi yang harusnya bisa diselesaikan dalam waktu tiga sampai empat tahun (bagi Diploma III) dan berkembang melebihi ketentuan. Bagi perguruan tinggi adanya sistem D.O. tentu saja membawa dampak positif bagi kampus. Karena masyarakat akan memandang baik setiap perguruan tinggi yang angka kelulusannya tinggi sekaligus berprestasi. Semoga system Drop Out ini bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa agar lebih giat dalam kuliah. Dan lebih memfokuskan kepentingan perkuliahan daripada aktivitas yang tidak perlu. Maka sebagai seorang mahasiswa yang menginginkan gelar sarjana, mari kita berusaha mencapainya dan sebisa mungkin terhindar dari system Drop Out. Ditulis oleh : Y. Yulianto Kristiawan, ST., MT. (Direktur Akademi Teknologi Warga Surakarta)
 
Akademi Teknologi Warga Surakarta @2008
Jl. Raya Solo Baki km. 2, Kwarasan, Grogol Solo Baru, SUKOHARJO